Kamis, 28 Juli 2011

RAHASIA INDAH DIBALIK PUASA

Berkata Asy Syaikh Ahmad Ibnu Qudamah rohimahulloh : “ Ketahuilah ! bahwa didalam puasa terkandung keistimewaan yang tidak dimiliki oleh selainnya yaitu penisbatannya kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, dimana Dia Yang Maha Suci berfirman : { الصوم لي وأنا أجزي به } yang maknanya { Puasa itu adalah untukKu dan Aku yang akan memberikan balasan terhadapnya }. Penisbatan ini cukuplah menjadikannya sebuah kemuliaan sebagaimana mulianya ka’bah dengan penisbatannya kepadaNya dalam firmanNya : { وطهر بيتي } yang artinya { dan sucikanlah rumahKu }.

Keistimewaan puasa tiada lain sebab dua makna yaitu : Pertama , ia adalah rahasia dan merupakan amalan batin yang tidak dilihat oleh orang lain serta tidak disusupi keinginan untuk dilihat dan dipuji oleh orang lain. Kedua , ia merupakan penakluk musuh Alloh sebab senjata penghantar musuh ini ialah berbagai nafsu syahwat, sementara syahwat akan menguat dengan makan dan minum sehingga selama media syahwat subur niscaya para syaitonpun akan berbolak – balik mengunjungi media tersebut, namun dengan meninggalkan syahwat maka jalan – jalan akan menjadi sempit atas para syaiton tersebut.

Ada sekian banyak hadits yang memberitakan keutamaan – keutamaan puasa dan hadits – hadits tersebut adalah terkenal adanya ”_ kitab Mukhtashor Minhajul Qoshidien ( 54 ) cet. Al Maktab Al Islamiy.

Beliau rohimahulloh berkata : “ Puasa memiliki tiga tingkatan ; puasa awam, puasa khusus dan puasa yang lebih khusus.

Adapun puasa awam, maka ia adalah menahan perut dan kemaluan dari menyalurkan syahwatnya.

Sedang puasa khusus maka ia adalah menahan pandangan, lisan, tangan, kaki, pendengaran dan seluruh raga dari beragam kemaksiatan.

Dan adapun puasa yang lebih khusus lagi maka ia adalah puasanya hati dari keinginan – keinginan yang rendahan dan dari berbagai pikiran yang menjauhkan jiwa dari Alloh Ta’ala serta menahan hati dari selain Alloh secara totalitas. Puasa tingkatan ini memiliki beberapa perincian yang akan dipaparkan diruang yang lain.

Maka diantara adab puasa khusus adalah menundukkan pandangan, memelihara lisan dari omongan yang menyakitkan berupa omongan yang diharamkan maupun dimakruhkan atau bahkan omongan – omongan yang tiada faedah padanya serta mengawasi onggota badan yang lainnya.

Dalam sebuah hadits dari riwayat Al Bukhoriy bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

{ من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه }

Terjemahannya : { barang siapa berpuasa namun tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatan dengannya niscaya Alloh tidak akan memperdulikan ia meninggalkan makan dan minum }.

Diantara adab - adabnya adalah untuk tidak ia memenuhi perutnya dengan makanan dimalam hari namun ia hendaknya makan sekedar yang mencukupinya sebab manusia tidaklah ada kantong yang ia penuhi yang lebih jelek dibandingkan perutnya. Kapan saja ia kekenyangan diawal malam niscaya ia tidak akan mendapat manfaat dalam dirinya disisa malamnya, demikian halnya jika ia kekenyangan diwaktu sahur niscaya ia tidak akan mendapat manfaat dalam dirinya hingga menjelang dzuhur sebab banyak makan akan menumbuhkan kemalasan dan keloyoan. Ditambah lagi bahwa dengan banyak makan akan hilang darinya maksud dari puasa dimana maksud darinya adalah agar ia tersentuh rasa lapar sehingga menjadi orang yang sanggup meninggalkan apa yang dimau oleh syahwatnya ”_ ibid ( 55 – 56 ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

MENARA SUNNAH KHATULISTIWA

Artikel-artikel islam ilmiyah dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Arab, Insya Allah diasuh oleh Abu Unaisah Jabir bin Tunari