Rabu, 02 Juni 2010

SERIAL AQIDAH SHOHIHAH II

IMAN KEPADA ALLOH
Makna iman kepada Alloh adalah pengakuan dan persaksian bahwa Alloh itu ada dengan segala sifat – sifat dan nama – namaNya yang tidak ada sesuatu makhlukpun yang menyerupainya, Maha Pencipta, Maha Raja, Maha Pengatur seluruh makhlukNya, satu – satunya Dzat yang berhak diibadahi.
Berdasar pada makna diatas maka iman kepada Alloh mencakup empat rukun yaitu : Iman terhadap wujudNya, Iman terhadap RububiyahNya, Iman terhadap UluhiyahNya dan Iman terhadap nama dan sifatNya. Berikut secara ringkas penjelasan keempat rukun tersebut wabillahit taufiq.
Rukun Pertama : iman kepada wujud Alloh yaitu pengakuan dan persaksian bahwa Alloh itu ada bukan tidak ada. Hal ini ditetapkan oleh al Qur-an, as Sunnah, kesepakatan makhluk dan fitrah makhluk. Alloh berfirman :


{ الله نــور السموات والأرض } الآية

Alloh membertikan bahwa Dia adalah ada dan dia memiliki nama An Nur Maha Pemilik Cahaya dan Maha Pemberi Cahaya kepada seluruh langit dan bumi dan seluruh makhluknya. Alloh juga berfirman :

{ قالت رسلهم أفي الله شك فاطر السموات والأرض } الآية

Alloh memberitakan bahwa seluruh umat manusia yang didatangi oleh para rasul tidak ada satupun yang ragu hatinya akan keberadaanNya sebagaimana tidak ada satupun makhluk yang ragu hatinya bahwa Dia Maha Pencipta seluruh langit dan bumi. Alloh berfirman :

{ أم خلقوا من غير شيء أم هم الخالقون أم خلقوا السموات والأرض بل لا يوقنون }

Alloh menggiring manusia untuk lahirnya mencocoki batinnya dimana tidak ada batin manusia yang mengingkari bahwa setiap yang ada pasti ada yang mengadakan, setiap makhluk pasti ada kholiknya dan setiap jejak pasti ada sebabnya. Oleh karenanya Alloh dalam ayat ini menanyakan kepada mereka apakah mereka ada sebagai makhluk tanpa ada yang menciptakan ataukah mereka yang mencipta diri mereka sendiri dan atau bahkan merekakah yang mencipakan seluruh makhluk selain mereka dari langit dan bumi ? tentulah tak satupun dari mereka kecuali menetapkan adanya Maha Pencipta yang menciptakan mereka dan selain mereka dari seluruh makhluk ini. Ini hanyalah sedikit dari al Qur-an yang secara tegas menetapkan keberadaan Alloh padahal hakekatnya bahwa al Qur-an firman Alloh itu sendiri seluruhnya merupakan bukti Alloh itu ada.
Adapun as Sunnah maka Rasululloh telah bersabda :

عن عمران بن حصين عن النبي صلى الله عليه وسلم قال لمن سأله من اهل اليمن : { كان الله ولم يكن شيء غيره } رواه البخاري

Dari Imron bin Hushoin dari Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda kepada penduduk Yaman yang bertanya kepada beliau : { Alloh ada dan belum ada sesuatupun selain Dia } HR. al Bukhoriy.
Bahkan diutusnya beliau sebagai rasul adalah bukti adanya mursil Dzat yang mengutusnya sebagai rasul.
Seluruh makhlukpun mengakui akan keberadaan Alloh sampaipun fir’aun yang secara lahirnya mengingkari keberadaan Alloh dan mendakwakan bahwa dirinyalah Alloh sebagaimana Alloh beritakan :

{ وقال أنا ربكم الأعلى }

Artinya : { dan fir’aun berkata akulah pencipta, penguasa dan pengatur kalian yang tertinggi }
Toh demikian batinnya mengakui keberadaan Alloh sebagaimana Alloh beritakan dalam firmanNya :

{ وجحدوا بها واستيقنتها أنفسهم ظلما وعلوا }

Artinya : { fir’aun beserta pengikutnya mengingkarinya secara dzolim dan sombong sementara jiwa mereka mayakininya }. Alloh juga berfirman memberitakan apa yang diucapkan Musa sholallohu ‘alaihi wasallam kepada fir’aun :

{ قال لقد علمت ما أنزل هؤلاء إلا رب السموات والأرض بصائر }

Artinya : { Musa berkata engkau wahai fir’aun benar – benar mengetahui bahwa tiada yang menurunkan ayat – ayat tersebut melainkan Alloh Pencipta dan Penguasa langit dan bumi }.
Rukun Kedua : pengakuan dan persaksian akan rububiyah Alloh yang maknanya bahwa Alloh adalah Maha Pencipta, Maha Raja Penguasa seluruh makhluk dan Maha Pengatur dan Pemelihara segala urusan makhluk. Alloh berfirman :

{ الحمد لله رب العالمين } و { قل أعوذ برب الناس }

Alloh memberitakan bahwa Dia adalah Ar Robb bagi seluruh makhluk tanpa terkecuali dan Ar Robb bagi manusia seluruhnya.
Makna Ar Robb, adalah salah satu nama diantara nama – nama Alloh yang hanya dimiliki olehNya ketika diberi alif dan lam maknanya adalah Maha Pentarbiyah. TarbiyahNya terhadap makhluk ada dua bentuk yaitu umum dan khusus, tarbiyah umum mengandung makna penciptaan dan pemeliharaan serta pengaturan secara umum yang mencakup seluruh makhluk, adapun tarbiyah khusus maka selain terkandung padanya makna umum namun juga terkandung padanya makna pemberian taufik untuk setiap kebaikan, pemberian ‘ishmah dari tergelincir dan berlarut – larut pada kemaksiatan serta makna pembelaan dan pertolongan sehingga tarbiyahNya yang khusus hanya diberikan kepada hamba – hambaNya yang beriman. Oleh karenanya kita banyak mendapati doa para rasul dan hamba yang sholih adalah dengan lafadz ( wahai Robb kami ) perhatian kepada makna tarbiyah khusus. Kesimpulannya, Alloh adalah Ar Robb sedang selainnya adalah marbub yaitu yang dipelihara.
Rukun kedua ini diakui oleh seluruh hamba dimana hakekatnya tidak ada satupun hamba menetapkan adanya pencipta selain Alloh, pemelihara dan pengatur segala urusan selainNya, pemberi rizki, kehidupan dan kematian selainNya. Oleh karenanya keimanan terhadap rukun pertama dan kedua ini semata tidak memasukkan pemiliknya kedalam barisan orang islam bahkan tetap diperangi sehingga mengikrarkan kalimat tauhid yang diikuti dengan menyerahkan semua bentuk peribadahan hanya kepadaNya. Alloh berfirman :

{ وما يؤمن أكثرهم بالله إلا وهم يشركون }

Alloh memberitakan keadaan orang – orang musyrik dimana kebanyakan mereka beriman terhadap rububiyah Alloh, menetapkan dan mempersaksikan bahwa Alloh satu – satunya dzat yang mencipta seluruh makhluk dan mengurus serta memelihara segala urusan makhluk namun semua itu tidak mengantarkan mereka untuk menetapkan dan mempersaksikan bahwa Alloh satu – satunya dzat yang berhak mendapatkan semua bentuk ibadah tiada sekutu baginya bahkan mereka mensekutukan denganNya selainNya dalam hak ibadah sehingga merekapun disebut sebagai orang – orang musyrik.
Rukun Ketiga dari iman kepada Alloh adalah iman terhadap uluhiyahNya yang artinya pengakuan dan persaksian bahwa Dia adalah satu – satunya dzat yang berhak untuk ditujukan kepadaNya segala bentuk ibadah dari makhlukNya tiada sekutu bagiNya sebab Dia adalah Maha Pencipta, Maha Pemelihara, Maha Penguasa atas seluruh makhluk, Maha Pemilik segala kesempurnaan tanpa cacat dan aib sedikitpun sedang makhluk adalah dzat pemilik kekurangan dan kefakiran yang tidak terlepas dari cacat dan aib sehingga siapapun dia tidaklah pantas bersekutu denganNya memiliki hak diibadahi sedikitpun. Alloh berfirman :

{ الـــه الناس }

Alloh memberitakan bahwa Dia adalah Dzat yang berhak ditujukan kepadaNya segala bentuk ibadah dari seluruh manusia sebagaimana Alloh juga berfirman :

{ يأيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون الذي جعل لكم الأرض فراشا والسماء بناء وأنزل من السماء ماءا فأخرج به من الثمرات رزقا لكم فلا تجعلوا لله أندادا وأنتم تعلمون }

Alloh mewajibkan kepada seluruh manusia untuk beribadah kepadaNya saja tiada sekutu bagiNYa, Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Pemelihara.
Rukun ketiga ini juga merupakan titik perselisihan antara manusia, antara para rasul dengan umatnya. Alloh berfirman :

{ ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت }

Alloh memberitakan bahwa diangkatnya para rasul adalah untuk menyeru umat mereka kepada ibadah hanya untuk Alloh dan meninggalkan ibadah kepada selainNya.
Rukun ketiga ini juga merupakan tujuan diperanginya manusia oleh rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda :

{ أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة فإذا فعلوا ذلك فقد عصموا مني دماءهم وأموالهم إلا بحق الإسلام وحسابهم على الله تعالى } متفق عليه

Juga dalam hadis yang lain beliau bersabda :

{ من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه وحسابه على الله تعالى } رواه مسلم

Rukun inilah yang menjadikan seorang kafir atau musyrik menjadi seorang muslim sehingga ia menerima hak apa yang menjadi hak kaum muslimin dan terbebani kewajiban apa yang menjadi kewajiban kaum muslimin. Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

{ أيها الناس قولوا لا إله إلا الله تفلحوا } رواه أحمد وغيره

Beliau memerintahkan manusia untuk mengikrarkan kalimat laa ilaaha illalloh sebagai balasannya mereka akan mendapatkan kebahagiaan. Hal ini juga beliau terangkan dalam hadis lain :

{ حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا وحق العباد على الله ألا يعذب من لا يشرك به سيئا } متفق عليه

Beliau jelaskan bahwa hak Alloh yang wajib ditunaikan oleh para hamba adalah beribadah kepadaNya saja dan tidak mensekutukan sesuatupun denganNya, barang siapa menunaikan hak Alloh tersebut maka dengan kebaikan Alloh dan kemurahanNya akan diselamatkan ia dari adzabNya. Kedua hadis ini merupakan penafsiran dari apa yang Alloh firmankan kepada Rasululloh sholallohu ‘alaihi wasallam :

{ وقل للذين أوتوا الكتاب والأميين أأسلمتم فإن أسلموا فقد اهتدوا } الآية

Alloh memerintahkan dalam firmanNya ini kepada rasulNya agar menyeru seluruh manusia baik yang beragama seperti ahlul kitab ataupun yang tidak beragama kecuali kesyirikan seperti orang – orang Arab yang tidak membaca kitab, menyeru mereka untuk masuk kedalam Islam dan balasannya adalah mereka berada diatas hidayah, diatas jalan yang terbimbing.
Oleh karenanya orang yang mati tanpa mengimani rukun ketiga ini maka dia mati kafir, tempatnya adalah neraka selama – lamanya dan kaum muslimin dilarang beristighfar untuknya. Alloh berfirman :

{ إن الله لا يغفر أن يشرك به } الآية

{ ما كان للنبي والذين آمنوا أن يستغفروا للمشركين من بعد ما تبين لهم أنهم أصحاب الجحيم } الآية

Alloh memberitakan bahwa orang yang mati dalam keadaan musyrik maka tidak akan diampuni dari adzab sehingga tidaklah pantas bagi kaum muslimin untuk memintakan ampunan bagi orang tersebut sebagaimana ayat kedua diatas.
Rukun Keempat dari iman kepada Alloh adalah iman terhadap nama – nama Alloh dan sifat – sifatNya yaitu seseorang menetapkan bahwa Alloh memiliki nama dan sifat sesuai dengan apa yang ditetapkan olehNya didalam al Qur-an dan ditetapkan oleh rasulNya didalam hadis – hadisNya tanpa ada pengingkaran atau penyerupaan dengan selainNya. Alloh berfirman :

{ ولله الأسماء الحسنى } الآية

Alloh memberitakan kepada para hambaNya bahwa Dia memiliki nama – nama yang berada dipuncak keindahan sebagaimana Dia memberitakan bahwa Dia memiliki sifat – sifat yang Maha Tinggi baik dzatNya maupun nilaiNya maupun keperkasaanNya dalam firmanNya :

{ ولله المثل الأعلى } الآية

Demikian juga para rasulNya, mereka menetapkan nama dan sifat bagiNya dengan sisi yang benar sedangkan orang – orang yang menyelisihi mereka maka mereka meskipun menetapkannya bagiNya namun dengan sisi yang tidak benar sebagaimana Alloh firmankan :

{ سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين }

Maka Maha Suci lagi Agung Alloh dari perbuatan orang – orang yang menyelisihi para rasul dalam rukun keempat ini. Demikian sebab para rasul mengetahui bahwa Dia sebagaimana Dia beritakan tentang diriNya :

{ ليس كمثله شيء وهو السميع البصير }

Dia tiada sesuatupun yang serupa dengannya namun demikian Dia menetapkan bahwa Dia adalah pemilik nama As Sami’ yang menyandang sifat Maha Mendengar dan nama Al Bashir yang menyandang sifat Maha Melihat. Maka selamatlah orang – orang yang mengikuti para rasul dan binasalah orang – orang yang menyelisihi mereka. Alloh berfirman :

{ وذروا الذين يلحدون في أسمائه سيجزون ما كانوا يعملون }

Dia memerintahkan para pengikut rasulNya agar meninggalkan orang – orang yang menyelisihi para rasul dengan melakukan penyimpangan dalam nama dan sifatNya sebab Dialah yang akan membalas perbuatan mereka.

والله أعلم وصلى الله على رسول الله وعلى من اتبع هداه والحمد لله .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENARA SUNNAH KHATULISTIWA

Artikel-artikel islam ilmiyah dalam Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Arab, Insya Allah diasuh oleh Abu Unaisah Jabir bin Tunari